02 November 2012

Cinta Pembawa Rahmat


Cinta Pembawa Rahmat

Ketika seorang hamba yang dicintai para malaikat karena Allah mencintainya, masuk ke dalam kubur dan berada dalam alam barzakh, para malaikat berdiri kagum sebelum kehadiran hamba Allah tersebut, seperti para hadirin berdiri sebelum seorang raja datang. Mereka (para malaikat) berdiri mengagumi hamba itu  arena mereka tahu kedudukan dia di sisi Allah SWT. Dia adalah salah seorang hamba yang dicintai Allah. Ketika hamba ini berjalan menyeberangi api nereka,api itu berkata kepadanya, “Wahai orang yang beriman, cahayamu telah memadamku.”Meskipun api neraka membakar segala sesuatu,
hamba Allah tadi tidak terbakar karena kecintaanAllah terhadap dirinya. Bahkan kalaupun dia merasakan api neraka, Allah Ta’ala akan berkata,“Kasih sayangku mendahului kemurkaanku.”
Ini terjadi hanya karena kasih sayang Allah untukhamba tersebut yang Allah mencintainya. Seseorang
yang mencintai karena Allah, dan seseorang yangdicintai karena Allah, tidak dapat tinggal di neraka,
karena seseorang itu akan bersama orang yangdicintai. Salah satu faedah kecintaan Tuhan kepada hamba-Nya adalah bahwa hamba tadi dapat menjadi perantara membawa orang-orang yang dia cintai.Seorang yang mati syahid dapat menjadi perantara membawa serta 70 orang dari keluarganya yang iacintai.Karena benar-benar mencintai seseorang, ia akan mencintai segala sesuatu yang dibawa oleh orang itukarena cintanya. Dia mencintai anak-anaknya, mencintai keluarganya, dan mencintai rumah dimana orang tersebut tinggal. Bahkan ia mencintai sesuatu yang dia pakai. Jika ini adalah cinta suatumakhluk kepada makhluk yang lain, bagaimana tentang kecintaan dari Sang Pencipta kepadamakhluk-Nya dan bagaimana bisa Allah tidak memberi apapun kepada seseorang yang Dia cintai.Allah Ta’ala berfirman di dalam Hadits Qudsi, “Aku yang berkuasa. Jika seseorang taat kepadaKu, Akuakan memberikan berkah. Dan jika Aku memberikan berkah, Aku memberkahi orang itudan semua yang dibawa oleh orang itu dan berkahKu tiada akhir.”Ibnu Abbas RA berkata ketika dia  mengomentarisuatu ayat di surat Kahfi tentang dua anak yatimyang mempunyai harta benda yang tersimpan didalam tanah. Ketika Nabi Khidir membangun kembali dinding di situ dia berkata, “Ayah mereka adalah orang-orang yang sholeh.” Sayyidina Ibnu Abbas RA mengatakan bahwa yang dimaksud ayah di situadalah kakeknya yang ke-7 dari jalur ibu. Karena diaadalah orang sholeh dan Allah mencintainya. Lihatlahbagaimana jauhnya, berkah itu bisa menurun kepadaturunannya yang
ke-7.Sayyidina Muhammad SAW berkata tentang Uwais Al-Qarni bahwa dia seorang diri akan dapat menjadi perantara menanggung orang-orang dari suku Rabi di Arab dan suku Mudhar. Mereka ini adalah dua suku yang besar di Arab. Ini adalah Uwais Al-Qarni yang tidak pernah bertemu dengan Nabi SAW, lalu
bagaimana dengan para sahabat Nabi SAW yang benar-benar melihat Nabi? Dan bagaimana menurutmu dengan orang-orang yang dipilih menjadi sahabat Nabi SAW, dan sepuluh di antara mereka dijanjikan surga, dan orang-orang yang terdekat kepada Nabi SAW? Ada suatu cerita. Di Mesir ada seseorang yang telah meninggal dan orang-orang sering melihatnya di dalam mimpi bahwa orang itu dalam keadaan disiksa
dalam kuburnya. Setelah beberapa hari, seseorang melihatnya di dalam mimpi bahwa dia tidak disiksa
lagi. Orang itu bertanya kepadanya apa yang terjadi. Orang itu menjawab bahwa ketika masuk waktu
Ashar kuburannya terkena bayangan kubah dari makamnya Imam Syafii. “Saat bayangan dari
makam Imam Syafii jatuh ke kuburanku, hukumanku ditiadakan” Sayyidina Abubakar Ash-Shiddiq pernah berjalan melewati pekuburan dan salah satu rambutnya jatuh ke tanah di pekuburan. Karena rambut beliau itu, siksaan kubur ditiadakan dari seluruh pekuburan. Jadi, ini dikarenakan berkat kecintaan Allah kepada
hamba-Nya dan ini akan membawa manfaat terhadap orang-orang sekitar orang tersebut. Jika
Allah mencintai seorang hamba, Dia akan mencintai apa-apa yang berada di sekitar hamba tersebut.
Karena berkat cinta tersebut, Allah memberikan rahmat-Nya kepada yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar